Jl. Taman Soka II Jaka Setia, Kota Bekasi
(021) 82420150
Ujian Silang Al-Quran
Ujian silang Al-Qur’an biasanya merujuk pada metode memahami Al-Qur’an dengan membandingkan ayat dengan ayat lain yang membahas tema yang sama. Dalam kajian tafsir, cara ini sering disebut menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an.
Ujian silang Al-Qur’an adalah proses mengecek atau menguatkan makna suatu ayat dengan ayat lain dalam Al-Qur’an yang berkaitan. Tujuannya agar pemahaman tidak keliru dan lebih lengkap.
Memperjelas makna ayat yang masih umum.
Menghindari kesalahpahaman dalam tafsir.
Menguatkan dalil dengan ayat lain yang sejenis.
Menunjukkan kesatuan pesan Al-Qur’an.
Contoh 1: Tentang shalat
Al?Qur`an menyebutkan perintah shalat secara umum:
QS. Al-Baqarah: 43 – “Dirikanlah shalat…”
Ayat lain menjelaskan waktu shalat:
QS. Al-Isra: 78 – “Dirikanlah shalat dari setelah matahari tergelincir…”
Dari sini terlihat bahwa ayat pertama memerintah, sementara ayat kedua menjelaskan waktunya.
Contoh 2: Tentang penciptaan manusia
QS. Al-Alaq: 2 – manusia diciptakan dari ‘alaq (segumpal darah).
QS. Al-Mu’minun: 12-14 – menjelaskan tahapan penciptaan manusia secara lebih rinci.
Ayat-ayat tersebut saling melengkapi.
Ujian silang Al-Qur’an adalah cara memahami ayat dengan membandingkan ayat lain dalam Al-Qur’an, sehingga makna menjadi lebih jelas, kuat, dan tidak terlepas dari keseluruhan pesan kitab suci.